Teh penyejuk pikiran

Teh penyejuk pikiran

Ketika malam mulai sunyi,
Sepi pun melanda hati,
Hanya ada segelas teh yang menemani,
Pikiran-pikiran liar yang kesana kemari ingin dimengerti,
Meskipun tanpa adanya roti,
Nasi putih pun siap mengisi perut yang selalu berbunyi,
Hari kemarin belum terasa lama,
Namun sekarang sudah memasuki waktu pagi,
Hari tak mengenal hari,
Mungkin seperti itu keadaanku saat ini,
Entahlah, aku sedang menikmati menulis yang aku sendiri tak mengerti,
Hanya jemari yang mempu memahami isi hati,
Tak pernah akan kusesali apapun yang telah terjadi,
Karena ini bagian dari skenario ilahi.

Puisi yang berkaitan klik disini

0 Response to "Teh penyejuk pikiran"

Post a Comment

memainkan jari jemari

jari jemariku seakan mengisyaratkan untuk mengutarakan apa yang sedang dicerna oleh pikiran "tak kunjung juga engkau berhenti member...

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel